Apa itu Dropship (Kelebihan dan Kekurangannya)

Dropship. Pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bisnis Online Dropship memang memiliki kemiripan dengan Reseller. Namun jangan salah, bahwa dua sistem penjualan tersebut memiliki perbedaan yang sangat jauh dari segi teknik penjualannya.

Untuk mengetahui perbedaan tersebut mari simak terlebih dahulu penjelasan tentang apa itu dropship berikut ini.

Pengertian Apa itu Dropship (Kelebihan dan Kekurangannya)

Dropship adalah suatu sistem jual beli online yang mana penjual tidak melakukan stok barang serta pengiriman barang. Dengan menjalankan sistem online shop ini kita sangat memerlukan pihak supplier sebagai seorang penyetok produk dagangan.

Skemanya begini, Penjual (Dropshipper) melakukan promosi produk dengan memajang foto - foto produk dagangan miliki supplier melalui Toko Online (seperti tokopedia, bukalapak, shopee) maupun melalui sosial media (seperti Facebook dan Instagram) sebagai media untuk berjualan.

Apabila ada pembeli yang ingin membeli produk dagangan yang kita promosikan, maka kita hanya perlu meneruskan pembelian tersebut kepada supplier dengan cara  memberikan data pembeli seperti Nama, Alamat lengkap, barang yang dibeli dan nomor telepon pembeli, serta mengirim pembayaran produk ke supplier.

Kemudian supplier akan mengirim barang tersebut kepada pembeli sesuai dengan alamat yang penjual berikan dan dengan atas nama penjual, bukan supplier.

Bagaimana Mendapatkan Keuntungan dengan Dropship?

Keuntungan yang didapatkan bagi pelaku dropshipper adalah selisih harga dari supplier dengan harga jual kepada pembeli. Jadi misalkan harga produk dari Supplier adalah sebsesar Rp 100.000 dan penjual menjualnya dengan  harga Rp 130.000.

Uang yang dibayarkan kepada supplier yaitu sebesar Rp 100.000 dan sisanya menjadi keuntungan penjual, yaitu sebesar Rp 30.000.

Perbedaan Dropship dengan Reseller 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa seorang dropshipper tidak harus memiliki produk atau barang dagangan melainkan dropshipper hanya mempromosikan produk supplier dan menambahi harga dari penjualan.

Berbeda dengan reseller, Sistem penjualan yang satu ini adalah seorang yang menjual kembali barang yang sudah dibelinya kepada supplier atau pemilik barang. Jadi reseller akan melakukan pencarian barang dagangan dan membelinya dari grosir atau distributoryang dapat mensupply ketersediaan barang untuk si reseller ini. Dan kemudian menyetok barang tersebut. 

Kemudian menjualnya kembali  dengan harga yang lebih tinggi dari harga saat melakukan pembelian produk dagangan tersebut.

Intinya perbedaan antara dropship dan reseller adalah :
Dropship memesan produk dagang sesuai permintaan pembeli, sedangkan reseller melakukan pembelian barang dan menyetoknya baru kemudian mencari customer untuk membeli produk dagangannya.

Kelebihan dan kekurangan menjadi Dropshipper

Kelebihan menjadi Dropshipper :
1. Tidak memerlukan modal untuk pembelian barang
2. Tidak perlu repot mengurusi stok barang
3. Tidak repot mengurusi packing dan pengiriman barang.

Kekurangan menjadi Dropshipper :
1. Kita tidak bisa memastikan produk yang dikirimkan supplier baik atau buruknya.
2. Kurang memiliki pengetahuan akan produk, karena tidak memiliki stok barang (namun ada baiknya sebelum memilih supplier kita membeli sample produk tersebut terlebih dahulu. Fungsinya untuk apa saja? Untuk memastikan produk tersebut baik dan kita bisa mengambil foto produk tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan menjadi Reseller

Kelebihan menjadi Reseller
1. Dapat mengelola stok dan audit terhadap ketersediaan barang yang dijual dan tidak mengecewakan pelanggan jika sewaktu-waktu produk kehabisan stok.
2. Bisa menentukan harga sesuai keinginan.
3. Bisa menjualnya secara langsung karena kita mempunyai produknya.

Kekurangan menjadi Reseller
1. Harus memiliki cukup modal untuk menyetok barang.
2. Memiliki resiko jika produk tidak laku terjual.
3. Kerepotan melayani pembeli dan proses pengiriman.

Dropship dan Reseller Pilih Mana?

Semuanya tergantung dari masing-masing, namun untuk yang masih awam dan baru belajar jual beli secara online ada baiknya memilih Dropship terlebih dahulu. Karena sistem ini tanpa modal dan minim resiko.

Namun jika kamu sudah siap menerima segala resikonya dan merasa mampu untuk mempromosikan produk serta melakukan pengiriman barang, serta mampu menyetok barang dan mempunyai cukup modal reseller lebih cocok untuk dicoba.

Cara Menjadi Dropshipper

Untuk menjadi dropshipper kita harus mencari supplier untuk bisa menyetok produk yang ingin kita promosikan. Biasanya para supplier mengharuskan para dropshippernya untuk melakukan registrasi, data yang diinginkan biasanya adalah :

1. Nama Lengkap
2. Alamat Lengkap
3. No HP yang aktif
4. No Whatsapp atau Pin BBM (jika ada)
5. Rekening (Wajib)

*) NB : Untuk mempermudah proses transaksi sebaiknya rekening sudah di daftarkan internet banking atau mobile banking (daftar keduanya lebih baik).

0 Response to "Apa itu Dropship (Kelebihan dan Kekurangannya)"

Posting Komentar

Komentar akan melalui proses moderasi. Segala bentuk komentar spam! tidak akan disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel