Belum Diakui Jadi Mata Uang Resmi, Inil Kata CEO Bitcoin Indonesia

Belum Diakui Jadi Mata Uang Resmi, Inil Kata CEO Bitcoin Indonesia

Jakarta - Bitcoin adalah mata uang virtual (cryptocurrency) yang sangat familiar oleh para pebisnis online saat ini. Namun dari kepopulerannya di Indonesia Bitcoin masih belum diakui oleh Bank Indonesia (BI) sebagai alat pembayaran resmi yang sah diakui Negara Republik Indonesia.

Mengenai pernyataan yang diberikan oleh Bank Indonesia tersebut, CEO Bitcoin Indonesia (bitcoin.co.id) yaitu Oscar Darmawan menyatakan semua urusan tersebut ada ditangan BI, mengenai diakuinya Bitcoin sebagai mata uang yang sah atau tidak.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada BI, bagaimana mau meregulasi industri yang bergerak di bidang Bitcoin ini. Pada dasarnya kami akan selalu mengikuti regulasi yang ada di Indonesia," kata Oscar kepada detikFinance, Jumat (8/9/2017).

Oscar memaparkan, meski Bitcoin saat ini tidak dianggap sebagai mata uang resmi di Indonesia namun setidaknya ada sedikit solusi yang seharusnya bisa dipertimbangkan oleh regulator bagi industri Bitcoin yang ada di Indonesia.

Ia menjelaskan pelaku bisnis Bitcoin dapat dijadikan sebagai salah satu lembaga yang wajib melaporkan transaksinya kepada pihak regulator. Oscar mencontohkan, seperti halnya pedagang barang seni, perusahaan properti maupun toko emas.

"Jadi regulator bisa tetap mendapatkan data yang berhubungan dengan transaksi Bitcoin di Indonesia," ujarnya.

Untuk saat ini Oscar mengatakan, transaksi Bitcoin yang paling banyak dilakukan oleh Bitcoiner Indonesia adalah di bitcoin.co.id. Dan pengguna Bitcoin terus meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dari 1 tahun yang tahun lalu.

Hal ini terjadi dikarenakan di berbagai negara mulai mengakui teknologi Bitcoin ini. "Mulai banyak orang yang ingin mengetahui teknologi ini," ujar dia.

Sekedar informasi saja, Bitcoin adalah cryptocurrency yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2009 oleh seseorang atau sekelompok orang bernama samaran Satoshi Nakamoto.

Bitcoin pada awal bulan September 2017 mencatatkan rekor harga tertinggi, yakni mencapai harga US$ 4.909 per keping atau sekitar Rp 64,7 juta (kurs Rp 13.200). Angka ini sekitar bertambah berkisar antara 411,3% dari awal tahun 2017 yang lalu. (ang/ang)

Sumber referensi : detikFinance

0 Response to "Belum Diakui Jadi Mata Uang Resmi, Inil Kata CEO Bitcoin Indonesia"

Posting Komentar

Komentar akan melalui proses moderasi. Segala bentuk komentar spam! tidak akan disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel